The Business Watch Indonesia :: fair-biz.org
Peta Situs Hubungi Kami
   Halaman Utama
   Tentang Kami
     Sejarah
     Visi & Misi
     Organisasi
     Program-program
     Hubungi Kami
   Berita & Artikel
   Publikasi
   Pencarian
  Kata Kunci:
   

  Cari di:
BWI
     
Google

   Links
   Jajak Pendapat



Lihat Hasil
Bahasa Indonesia
English

:: Jadwal Kegiatan
Jun 2018
MSSRKJS
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
Kegiatan bulan ini:
Tidak ada kegiatan pada bulan ini.
:: Member Login
Username

Password


Pendaftaran Anggota
:: CSR Review


[Download]
:: Kritik & Saran
Tulis Pesan Anda.

Kritik & Saran Lainnya

Program-program
TAHUN 2011
  • Peluncuran Standar Teh Nasional
    Agustus 2011, National Reference Group (NRG) di sektor teh Indonesia, Dewan Teh Indonesia (DTI), berkolaborasi dengan PT. Sariwangi AEA dengan dukungan dari Solidaridad dan BWI, meluncurkan Standar Nasional Teh Berkelanjutan Indonesia yang bernama 'Lestari'. Teh Lestari, adalah skema sertifikasi nasional yang menetapkan persyaratan tentang praktek teh berkelanjutan dalam proses penanaman dan pengolahan yang memperhatikan aspek keberlanjutan, terutama di level petani. Kelompok petani ang telah memenuhi persyaratan dalam sertifikasi ini harus diaudit oleh pihak ketiga untuk bisa menggunakan logo 'Lestari' dalam produknya.
  • Peluncuran Produk Teh Bersertifikasi 'Lestari'
    Ada 4 merek produk teh dari teh rakyat/petani yang telah mendapatkan sertifikasi 'Lestari'. Nama merek tersebut adalah P123, Iroet, Kepodang dan Sedap Wangi. Peluncuran produk teh rakyat ini diselenggarakan bersama dengan peluncuran Standar Lestari pada Agustus 2011.
  • Sertifikasi 'Lestari' terhadap Teh Rakyat/Petani Teh
    Tahun 2011, BWI berhasil melakukan pendampingan petani teh rakyat di Propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk mendapatkan sertifikasi 'Lestari'. Ada kurang lebih 8000 petani yang telah mendapatkan sertifikasi 'Lestari'.
  • Pelatihan Advokasi Bisnis dan Hak Asasi Manusia
    Pelatihan ini diselenggarakan oleh Diplomacy Training program (DTP), sebuah lembaga independent yang berafiliasi dengan Fakultas Hukum Universitas New South Wales dengan mengambil tema isu HAM serta bagaimana advokasinya terhadap bisnis. BWI menjadi salah satu mitra local dalam penyelenggaraan acara yang diikuti oleh NGOs/CSOs di tingkat Asia Pasifik. Pelatihan ini diselenggarakan setiap tahun, tahun 2011 dan 2010 dilakukan di Jakarta, Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu peran BWI dalam mendukung advokasi komunitas social terkait praktek bisnis yang adil dan memperhatikan HAM.
TAHUN 2010
  • Penganugerahan CSR Jawa Tengah (CSR Award Central Java Province)
    Pelaku bisnis, pemerintah dan praktisi CSR di Jawa Tengah membangun komitmen untuk lebih memperhatikan implementasi CSR oleh bisnis. Proses diskusi dan persiapan Penganugerahan CSR Jawa Tengah telah dilakukan mulai pertengahan 2010. BWI menjadi salah satu tim penilai Penganugerahan CSR di Jawa Tengah.
  • Sertifikasi UTZ
    Tahun 2010 melalui Solidaridad program, BWI berhasil melakukan pendampingan sertifikasi UTZ terhadap perusahaan teh PTPN VIII Kebun Dayeuhmanggung bersama dengan 450 petani yang menjadi anggota Koperasi Putra Mekar. Baik Kebun Dayeuhmanggung dan petani mendapatkan sertifikat.
  • Indikator Nasional untuk Kakao
    A national indicator compiled by a team of NRG on Cocoa Indonesia in cooperation with the MARS Symbioscience. BWI becomes the facilitator and formulation team for National Indicator along with 9 experienced stakeholders in the cocoa industry. Indicator was launched on May 12, 2010.
  • National Reference Group di Sektor Kakao
    NRG kakao Indonesia dibentuk pada April 2010 atas inisiatif dari BWI. Beberapa mandate dari NRG adalah untuk menyiapkan standard yang mudah diadopsi oleh manufaktur dan juga mempersiapkan road map untuk sertifikasi kakao Indonesia. Terkait dengan pengembangan institusi NRG, BWI menjadi secretariat sementara dan untuk pengembangannya BWI mengembangkan situs NRG Kakao Indonesia, yang bernama Kakao Lestari.
  • Cipta Award
    Cipta Award adalah program penganugerahan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia kepada para pelaku pariwisata yang telah menerapakan prinsip pariwisata berkelanjutan/ pariwisata hijau. BWI menjadi bagian dalam tim juri Cipta Award.
TAHUN 2009
  • Sertifikasi UTZ
    Tahun 2009 melalui program Solidaridad, BWI berhasil melakukan pendampingan terhadap 3 kebun milik PTPN VIII yaitu Kebun Gedeh, Cianten dan Gunung Mas untuk mendapatkan Sertifikasi UTZ.
  • Dewan Teh Indonesia
    Tahun 2009, BWI secara resmi menjadi anggota dari Dewan Teh Indonesia, satu satunya anggota yang berasal dari kalangan NGO. Penunjukan BWI sebagai anggota DTI berdasarkan pada pertimbangan bahwa BWI mempunyai peran yang penting dalam pengembangan produk teh berkelanjutan.
  • Sustainable Tourism Indonesia (STI)
    Konsep pariwisata berkelanjutan dikembangkan oleh BWI dan berhasil mengaudit 7 pelaku bisnis di sector pariwisata. Pada tahun 2009, konsep ini di adopsi oleh Kementerian Budaya dan Pariwisata Republik Indonesia, dan digunakan sebagai salah satu dasar program Cipta Award. Cipta warad merupakan sebuah program yang bertujuan untuk lebih mendorong praktek pariwisata berkelanjutan.
YEAR OF 2008
  • Kosorsium CSR
    Konsorsium CSR adalah sebuah kelompok/komunitas dari actor CSR yang berdiri atas fasilitasi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia tahun 2008 untuk pengembangan CSR di Indonesia. BWI menjadi salah satu anggota dalam Konsorsium CSR ini bersama dengan para pelaku bisnis seperti Sinar Mas, Kaltim Prima Coal, Aqua Danone, dan juga para akademisi dan pemerintah.
  • National Reference Group on Tea (Forum Sertifikasi Teh Indonesia)
    NRG Teh dibentuk pada tahun 2008 sebagai respon terhadap upaya untuk mengembangkan industry teh Indonesia, dan BWI sebagai sekretariat sementara. Dengan anggota para stakeholder penting di sector teh Indonesia, pengembangan pasar domestic dan standard nasional untuk produk teh di Indonesia menjadi agenda utama NRG Teh.
YEAR OF 2007
  • Global Cocoa Coalition, diselenggarakan oleh Koffiecoalitie, sebuah jaringan NGO dan serikat pekerja internasional yang aktif di sector kopi dan kakao. BWI menjadi anggota dari koalisi ini sejak berpartisipasi dalam pertemuan masyarakat sipil yang memberikan kesempatan kepada organisasi petani, NGO dan buruh yang bekerja di sector kakao untuk menyampaikan ide-ide mereka melalui diskusi pada Oktober 2007.
  • Good Electronics, sebuah koalisi global tentang HAM dan keberlanjutan di sector elektronik. BWI telah menjadi anggota dari Good Elektronik sejak Pertemuan GoodElectronics di Bangkok pada Mei 2007.
YEAR OF 2002-2006
  • The Global Tea Coalition, dipelopori oleh Dutch Tea Initiative, sebuah jaringan organisasi masyarakat sipil internasional yang aktif terlibat dalam isu buruh, lingkungan dan ekonomi perdagangan teh global. BWI telah menjadi anggota koalisi sejak diadakannya pertemuan di Hague, November 2006.
  • Business Accountability Movement (BAM), sebuah jaringan nasional organisasi masyarakat sipil untuk mendorong terwujudnya akuntabilitas bisnis, dibentuk atas dasar konklusi hasil workshop BWI Oktober 2004. BWI diminta untuk menjadi coordinator jaringan.
  • OECD Watch, sejak Oktober 2004, BWI tergabung dalam OECD Watch, sebuah jaringan internasional organisasi masyarakat sipil (CSO) untuk memonitor implementasi Panduan OECD oleh pelaku bisnis yang berasal dari Negara Negara anggota OECD.
  • Human rights Working Group (HRWG), BWI ambil bagian dalam formulasi country report dan pernyataan intervensi oleh NGO Indonesia dalam Pertemuan UNCHR yang ke 60 di Geneva, pada April 2004. BWI juga bergabung dalam Konsultasi Pemangku Kepentingan Regional yang diselenggarakan oleh Sekjen Perwakilan Khusus Isu HAM dan Korporasi Transnasional serta Bisnis (UN Secretary General’s Special Representative on the Issues of Human Rights and Transnational Corporations and other Business Enterprises), Prof John Ruggie di Delhi, India pada 2009. Diskusi membahas mengenai kerangka kerja Bisnis dan HAM prof John Ruggie, yaitu Protect, Respect and Remedy.
  • Poverty Reduction Strategy Paper (PRSP), BWI diundang untuk bergabung dalam komite NGO yang dibentuk di bawah inisiatif Oxfam GB/Indonesia dan berkontribusi kepada formulasi draft untuk PRSP (2004).
  • Labor Working Group, BWI menyiapkan draft kedua position paper tentang isu fleksibilitas pasar buruh di tahun 2004.
  • Unilever CSR Practice Reference Group, Salah satu staff BWI diundang untuk menjadi anggota reference group untuk penelitian Praktek CSR Unilever di Indonesia (2004).
YEAR OF 2003
  • January 2003: Di Asian Social Forum, Hyderabad, India, BWI mempresentasikan paper pada seminar Air dan Etika Bisnis yang diselenggarakan oleh ICMICA/Pax Romana.
  • December 2002 February 2003: BWI menyelenggarakan riset empiris dan riset kebijakan terkait privatisasi 3 sektor penting di Indonesia yaitu air, kesehatan dan listrik.
  • February 2003: Didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan LBH Jakarta, BWI menyelenggarakan diskusi dan menyampaikan hasil riset empiris dan kebijakan BWI yang dilakukan di sector air, kesehatan dan listrik. Diskusi ini diliput oleh 5 media utama Indonesia: Kompas, the Jakarta Post, TEMPO, Suara Pembaharuan dan Bisnis Indonesia.
  • March 2003: Selama Forum Air Dunia yang ketiga di Tokyo, BWI mempresentasikan sebuah paper tentang etika bisnis di sector air.
  • March, April, May 2003: Disponsori oleh TIFA Foundation, BWI menyelenggarakan 3 workshop regional (di tingkat propinsi) tentang demokratisasi praktek bisnis bagi NGO, CSO, pemerintah, media dan praktisi bisnis di Solo (Jawa Tengah dan Yogyakarta), Medan (Propinsi Sumatera Utara) dan Denpasar (Propinsi Bali).
  • May 2003: Diundang oleh Third World Network (TWN) dan EcoNews Africa, BWI tergabung dalam Pertemuan Strategis GATS, di Nairobi, Kenya.
  • June September 2003: Berkolaborasi dengan IGJ, BWI melakukan penelitian empiris awal tentang GATS dan implikasinya di Indonesia. Kolaborasi ini disponsori oleh 11.11.11 (Triple Eleven, Belgia).
  • Starting September 2003: Dengan didanai oleh NOVIB (Oxfam Belanda) dibawah Small Project Fund (SPF), BWI melakukan penelitian dan publikasi tentang Tantangan Korporasi menuju Globalisasi, yang focus pada isu liberalisasi dan privatisasi sector penting Indonesia.
  • September-December 2003: Bekerjasama dengan SOMO the Netherlands, BWI melakukan penelitian di sektor finansial dan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk memberikan potret peran sector finansial
  • June 2003: Disponsori oleh HBF, BWI menghadiri workshop di Chiang Mai untuk melihat alternative privatisasi air. Workshop ini juga merupakan titik awal inisiatif membangun Jaringan Keadilan Air Asia Eropa.
  • September 2003: Diundang oleh NOVIB dalam pertemuan mitra, BWI mempresentasikan paper tentang Globalisasi dan Corporate Sosial Responsibility (CSR) sebagai poin utama.
  • October 2003: Dengan didukung oleh the Jakarta Post, BWI menyelenggarakan diskusi dan mempresentasikan hasil awal riset di sector financial di kantor editor Harian the Jakarta Post.
  • October 2003: Walaupun tidak menghadiri pertemuan, BWI menyampaikan sebuah paper tentang Alternatif Privatisasi Air pada pertemuan Jaringan Keadilan Air Asia Eropa, yang diselenggarakan atas kerjasama TNI (Transnasional Institut) dan CEO (Corporate Europe Observatory) di Amsterdam.
  • November 2003: Didukung oleh HBF dan PDAM, BWI menyelenggarakan Diskusi Publik tentang Manajemen Sumber Daya Air untuk memverifikasi dan memvalidasi hasil penelitian Alternatif Privatisasi Air. Riset tersebut merupakan kontribusi inisiatif Asia Eropa (dalam bentuk advokasi jaringan) untuk merespon privatisasi manajemen sumberdaya air dan melihat alternatifnya.
  • December 2003: Bekerjasama dengan HRWG (Human Rights Working Group) dan Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan), BWI menyelenggarakan sebuah workshop di Solo, yang bertujuan untuk mempersiapkan intervensi NGO Indonesia pada pertemuan ke 60 UNCHR (yang akan diselenggarakan pada April 2004 di Geneva). Dalam workshop tersebut BWI menyampaikan sebuah paper tentang Sosial Ekonomi HAM.
  • May 2002-2005: BWI secara aktif berkontribusi dalam media berbahasa English, yaitu the Jakarta Post, dua hingga 3 kali dalam sebulan, sebagian besar mengenai opini yang bertujuan untuk kampanye public sector bisnis.
The Business Watch Indonesia
Potrowanen RT 04 / RW 02
Donohudan, Ngemplak
Boyolali 57375
Indonesia
Tel. & Fax. +62-(0)271-7653806
Email. bwi@watchbusiness.org
Jika anda ingin memberi komentar atau saran, mohon hubungi admin@fair-biz.org
Situs ini dikembangkan oleh Duwa Webmedia Solutions