Dari Layanan Publik Ke Layanan Privat : Liberalisasi Sektor Ketenagalistrikan di Indonesia [Buku]
Penulis: Henry Heyneardhi
Cetakan: Pertama, Agustus 2004
Penerbit: The Business Watch Indonesia, Widya Sari Press
Tebal: (viii+124) Halaman
Deskripsi:
Dalam kehidupan masyarakat modern, sektor energi, atau lebih spesifik lagi, ketenagalistrikan telah menjadi faktor yang menentukan tinggi rendahnya kualitas hidup sekaligus menjadi motor bagi kemajuan ekonomi maupun sosial. Akses pada layanan listrik diyakini merupakan hal yang esensial bagi upaya menghapuskan kemiskinan dan peningkatan standar kehidupan masyarakat. Meski demikian, dewasa ini diperkirakan masih ada kurang lebih 2 milyar manusia yang tidak memiliki akses pada layanan listrik., dan jumlah ini akan terus meningkat hingga mencapai 3 milyar jiwa pada tahun 2010, apabila tidak ada kemajuan yang berarti dalam hal layanan listrik. |
 |
|
Tanggung Jawab Sosial Korporasi [Buku]
Penulis: Jimmy Tanaya
Cetakan: Pertama, Juni 2004
Penerbit: The Business Watch Indonesia, Widya Sari Press
Tebal: (vi+65) Halaman
Deskripsi:
Sektor bisnis (korporat) – dapat dikatakan – telah menjadi sebuah pusat kekuasaan yang bahkan kekuatannya seringkali melebihi kekuatan suatu negara. Sebagai gambaran, menurut IMF (2002), total PDB dunia adalah lebih dari 30 trilyun US$ per tahun dan skala perdagangan (ekspor-impor) dunia adalah sebesar 6,2 trilyun US$ per tahun. Sedangkan nilai pasar uang dan surat berharga adalah sebesar 180-200 trilyun US$ per tahun. Ada selisih sebesar 150-170 trilyun US$, selisih ini yang umumnya dikenal sebagai virtual value atau buble economic (ekonomi gelembung sabun). Sifat perekonomian ini sangat labil, mengingat perekonomian tersebut dibangun berdasarkan ekspektasi atas suatu nilai di masa mendatang. Sebuah patokan yang subyektif dan mengandung ketidakpastian. |
 |
|
Partisipasi Publik dalam Tata-Kelola Sektor Korporasi [Buku]
Penulis: Anton Waspo
Cetakan: Pertama, Juni 2004
Penerbit: The Business Watch Indonesia, Widya Sari Press
Tebal: (x+70) Halaman
Deskripsi:
Banjir yang membawa lumpur, lahan pertanian kekurangan air, kegagalan panen karena serangan hama dan penyakit tanaman, tingginya angka kematian ibu dan bayi, orang miskin yang tidak mampu membeli obat saat sakit, semua ini tidak dengan mudah lagi dikatakan sebagai bencana alam atau karena nasib belaka. Ada campur tangan manusia yang terlalu dalam di sana. Sendi-sendi hidup makin terancam karena perilaku kita sendiri. |
 |
|
Globalisasi : antara berkah dan kutuk [Buku]
Penulis: Yanuar Nugroho
Cetakan: Pertama, April 2004
Penerbit: The Business Watch Indonesia, Widya Sari Press
Tebal: (xxviii+39) Halaman
Deskripsi:
Lebih dari tiga dasawarsa terakhir, penghuni bumi bertambah 2 milyar, kebanyakan berasal dari negara berkembang dengan peningkatan kesejahteraan juga bertambah seiring dengan pertumbuhan ini. Termasuk didalamnya adalah menurunnya angka kematian bayi hingga setengahnya di negara berpenghasilan sedang, dari 11% menjadi 6%; buta huruf dewasa juga menurun dari 47% ke 25% (perempuan: dari 57% menjadi 32%). Pendapatan per kapita (dihitung dalam nilai dolar tahun 1995) meningkat dari $989 tahun 1980 menjadi $1.354 tahun 2000. |
 |
|
Dagang Air : Perihal Peran Bank Dunia dalam Komersialisasi dan Privatisasi Layanan atas Air di Indonesia [Buku]
Penulis: Henry Heyneardhi & Savio Wermasubun
Cetakan: Pertama, Februari 2004
Penerbit: WIDYA SARI PRESS
Tebal: 83 Halaman
Deskripsi:
Meski baru berkembang selama kurang lebih satu dekade terakhir, paradigma pengelolaan sumberdaya air yang berangkat dari pandangan air sebagai barang ekonomi dewasa ini terlihat kian populer dan diamini oleh banyak pihak, termasuk para penentu kebijakan publik, terutama di negara-negara berkembang. Hal ini tentu saja tidak dapat terlepaskan dari peran lembaga-lembaga internasional, misalnya Lembaga-lembaga Keuangan Internasional (LKI) seperti IMF, Bank Dunia dan ADB. |
 |
|
Menanti Tanggung Jawab Sosial Sektor Finansial di Indonesia [Buku]
Penulis: A. Prasetyantoko
Cetakan: Pertama, Februari 2004
Penerbit: The Business Watch Indonesia, Widya Sari Press
Tebal: (xxviii+132) Halaman
Deskripsi:
Di Indonesia, acapkali tidak dibutuhkan latar belakang akademis untuk memahami dinamika ekonomi. Seluruh jantung persoalan bermuara pada perilaku para agen yang brutal sehingga membangun sebuah struktur yang korup. Demikian pun penulisan buku ini, tidak dimaksud untuk menganalisis persoalan ekonomi dari sudut pandang yang terlalu akademis. Tetapi justru memberikan ilustrasi bagaimana dinamika ekonomi telah dijadikan perebutan kekuatan yang menghasilkan bangunan yang rapuh dan tidak berakar. |
 |
|