The Business Watch Indonesia :: fair-biz.org
Peta Situs Hubungi Kami
   Halaman Utama
   Tentang Kami
     Sejarah
     Visi & Misi
     Organisasi
     Program-program
     Hubungi Kami
   Berita & Artikel
   Publikasi
   Pencarian
  Kata Kunci:
   

  Cari di:
BWI
     
Google

   Links
   Jajak Pendapat
Per 1 Januari 2010 kesepakatan perdagangan bebas antara China-Asean atau China Asean Free Trade Agreement (CAFTA) mulai diberlakukan. Banyak pihak merasa belum siap menghadapi serbuan produk-produk China yang dapat mematikan produk Indonesia. Menurut Anda

Eksportir
Buruh
UKM
Konsumen
Pemerintah

Lihat Hasil
Our office will close from Thursday, 9 th September 2010.The office will resume on Tuesday, 14 th September 2010.
Bahasa Indonesia
English

:: Jadwal Kegiatan
Sep 2010
MSSRKJS
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
16 September
Hari Ozon Sedunia


Kegiatan bulan ini:
Tidak ada kegiatan pada bulan ini.
:: Member Login
Username

Password


Pendaftaran Anggota
:: CSR Review

Edisi X/Tahun 2/Mei-Juni 2007
[Download]
:: Kritik & Saran
Ronal
14 Agustus 2010
Semangat rasax klo panen lombok

Charles urbanus. N

14 Agustus 2010
Senangx gotong royong menebas buka lahan. Ini kegiatan...

Kritik & Saran Lainnya

Sejarah
The Business Watch Indonesia adalah sebuah lembaga nirlaba riset dan advokasi yang didirikan di Solo, Jawa Tengah pada September 2002. Didorong oleh pemahaman bahwa bisnis muncul sebagai sentra kekuasaan baru disamping kekuasaan negara, baik pada tingkat lokal maupun global, BWI bertujuan menciptakan dan mendorong munculnya upaya-upaya yang memungkinkan ke arah demokratisasi kekuasaan bisnis, terutama dengan menemukan dan memperkenalkan cara pandang baru tentang tata kelola ekonomi yang demokratis.

BWI didasarkan pada dua alasan pokok: Pertama, pada kenyataannya, pusat kekuasaan dalam masyarakat tidak bersifat tunggal atau monolitik. Pandangan bahwa kekuasaan atas masyarakat hanya berada di tangan negara tidak lagi dapat diterima. Dalam struktur ekonomi politik, sektor bisnis dalam banyak hal jauh lebih berkuasa daripada pemerintah. Dan di sinilah letak persoalan globalisasi dan kekuasaan ekonomi. Diskusi tentang globalisasi dan segala instrumennya (seperti WTO, GATT, GATS, TRIPs, TRIMs, dll.) terancam kehilangan makna bila tidak mempertimbangkan kekuasaan ekonomi sebagai kekuatan yang mempengaruhi masyarakat.

Kedua, makna 'demokrasi' tampaknya didasarkan semata pada pelaksanaan kekuasaan yang akuntabel dan demokratis dari negara, dan luput memperhitungkan status kekuasaan ekonomi, yang oleh 'neo-liberalisme' telah dimungkinkan menjelma menjadi kekuasaan yang semata-mata mengejar laba di segala bidang dalam sistem pasar, tanpa akuntabilitas dan tanpa kendali.

Karena itu, BWI menaruh perhatian pada perluasan penerapan kriteria demokrasi pada pusat-pusat kekuasaan dalam masyarakat. Wacana dan upaya yang menyentuh sisi gelap neo-liberalisme akan mustahil, bila tidak menyentuh persoalan kekuasaan ekonomi atau, praktisnya, kekuasaan bisnis.
The Business Watch Indonesia
Potrowanen RT 04 / RW 02
Donohudan, Ngemplak
Boyolali 57375
Indonesia
Tel. & Fax. +62-(0)271-7653806
Email. bwi@watchbusiness.org
Jika anda ingin memberi komentar atau saran, mohon hubungi admin@fair-biz.org
Situs ini dikembangkan oleh Duwa Webmedia Solutions